USIA BUKAN PENGHALANG UNTUK TERUS BERKARYA - MediaRakyat19. com

Breaking

Selasa, 12 Desember 2017

USIA BUKAN PENGHALANG UNTUK TERUS BERKARYA

Mbah Soegito
Mbah Soegito 
Jogja (Mediarakyat.co.id) - Usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya. Namanya Soegito, staff KBRI Canberra yang menjadi pengajar gamelan. Soegito bukanlah orang baru di KBRI Canberra. Sudah 30 tahun lebih Soegito bekerja di bagian kebudayaan KBRI Canberra. Seharusnya dia sudah pensiun, namun pihak Canberra masih membutuhkan tenaganya untuk mengajar gamelan. Dengan senang hati dan penuh dedikasi Soegito menerima tugas itu. 

Kala di tahun 1970-an, Soegito muda datang ke Australia untuk bekerja. Di beberapa waktu terbesit keinginan di hati Soegito untuk bermain gamelan, namun apa daya dia tidak memiliki patner untuk bermain. Akhirnya satu-satunya cara yakni dengan mengajarkan teman-temannya bermain gamelan jadi beliau memiliki kesempatan untuk ikut bermain. 

Gamelan
Mbah Soegita Mengajarkan Gamelan

Seiring berjalannya waktu nama Soegito didengar Dubes Indoneis untuk Australia. Sejak di Indonesia Soegito sudah malang melintang dari panggung ke panggung bermain gamelan. Bahkan dia pernah beberapa kali mengikuti muhibah seni di beberapa negara. 

Pada tahun 1983, Soegito diminta bergabung dengan kedutaan Indonesia untuk Australia, tugasnya satu yakni mempromosikan budaya Indonesia terutama gamelan. Tugas yang disampaikan langsung oleh Dubes kala itu tidak ditolak Soegito, lalu dia bergabung dengan kedutaan. Saat itu Soegito mengajar di Universitas New England pada tahun 1983. Sejak tahun 1983 itu Soegito aktif mengajarkan gamelan kepada warga Australia. Ia juga diminta untuk tampil saat ada acara kebudayaan di berbagai tempat di Australia. 
Seiring berjalannya waktu nama Soegito mulai dikenal di kalanga seniman di Australia. Hingga akhirnya Ia diminta untuk mengajar di berbagai Universitas di Australia. Setidaknya ada 8 Universitas yang meminta Soegito untuk mengajar gamelan, antar lain Melbourne University, Monash University, Adelaide University, dan beberapa Universitas lainnya. Hari-harinya dihabiskan untuk mengajar gamelan. 

Bermain Gamelan
Mbah Soegito Mengajarkan Gamelan

Soegito berasal dari Pedan, Klaten, Jawa Tengah. Sejak kecil beliau mengaku tidak pernah belajar gamelan di Institusi resmi. Bermain gamelan sendiri sudah ditekuninya sejak usia 13 tahun. Ayah dari Soegito dulunya seorang lurah yang mengenalkan Soegto kecil dengan gamelan. 

Puluhan tahun mengajar gamelan untuk warga Australia. Soegito mengaku sangat menikmati pekerjaanya. Dia senang ketika para muridnya belajar gamelan dengan sepenuh hati. Menurut Soegito sendiri mengajarkan warga Australia itu menyenangkan, selain karena mereka belajar sepenuh hati, mereka juga disiplin dan bersungguh-sungguh. Namun tetap ada kekurangan dari warga Australia yang dirasakan olehnya yakni mereka sangat sulit mendapatkan feeling. Padahal bermain gamelan juga harus melibatkan rasa, bukan hanya bermain notasi dan memukul alat musik.

Hingga kini, Soegito masih aktif mengajar gamelan, meski tidak sebanyak dahulu. Ia pun sudah mengganggap beberpa muridnya seperti anak dan cucunya sendiri. Menurut beliau usia bukan jadi penghalang untuk kita terus bekarya. Jadi selama diminta untuk terus mengajarkan gamelan Soegito akan menyanggupinya. Benedikta R. Gae Ps (Mahasiswa PBSI UNY)