Di Kemah Big Saka Kapaltaru Hadirkan Guru Air Hujan - MediaRakyat19. com

Breaking

Selasa, 17 Oktober 2023

Di Kemah Big Saka Kapaltaru Hadirkan Guru Air Hujan

 Di Kemah Big Saka Kapaltaru Hadirkan Guru Air Hujan


Sleman, 17/10/2023 MediaRakyat 29.com 

Saka Kalpataru adalah salah satu Satuan Karya Pramuka di Gerakan Pramuka yang khusus bergerak dalam bidang cinta lingkungan hidup. Saka Kalpataru Kabupaten Sleman yang dibentuk atas kerjasama antara Kwartir Daerah Gerakan Pramuka dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman ini menekankan pada isu lingkungan, pengelolaan sampah, perubahan iklim dan konservasi keaneka ragaman hayati. Tujuan akhir Saka Kalpataru adalah membentuk generasi muda yang peduli dan ramah pada lingkungan hidup.

Perkemahan Bakti Saka atau Pertika Kalpataru III resmi dibuka pada Senin (16/10/2023) di Desa Wisata Cibuk Kidul.



Prosesi pembukaan dilakukan secara simbolis dengan pemukulan gong oleh oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Kustini menuturkan, Pemerintah Kabupaten Sleman merespons positif terhadap pelaksanaan Pertika Kalpataru yang menjadi salah satu upaya mengajak generasi muda untuk peduli pada isu lingkungan, pengelolaan sampah, perubahan iklim dan konservasi keanekaragaman hayati.



Kustini mengajak anggota Saka Kalpataru Sleman untuk menjadi contoh masyarakat untuk menjaga kelestarian sekaligus menjadi agen perubahan lingkungan.

Diharapkan anggota Saka Kalpataru dapat menjadi generasi yang tangguh dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Saya yakin anggota pramuka Saka Kalpataru adalah generasi yang unggul, generasi yang hebat, generasi yang kreatif, dan generasi yang berperilaku ramah lingkungan. Teruslah berkreasi, berkarya dalam wadah gerakan Pramuka,” ungkap Kustini.



Sementara itu, ketua pelaksana Pertika Kalpataru III, Devano, melaporkan kegiatan ini dilaksanakan pada 16-18 Oktober 2023 di Desa Wisata Cibuk Kidul.

Sebanyak 126 peserta yang berasal dari SMA/SMK sederajat berbasis lingkungan se-Kabupaten Sleman ikut serta dalam kegiatan ini.


“Dengan tema tahun ini, bersama wujudkan generasi muda cinta lingkungan, kami

mengajak generasi muda untuk peduli dan peka terhadap lingkungan hidup dan menjaga kelestariannya untuk masa depan,” ujarnya.



Pada momen pembukaan Pertika Kalpataru juga dilakukan penyerahan apresiasi terhadap 15 sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata. Salah satu upaya  untuk menambah wawasan  saka kalpataru terkait  krisis air yang melanda secara global saat ini .Di kemah Big Saka Kalpataru, salah satunya menghadirkan narasumber dari  sekolah air hujan banyu bening Sri Wahyuningsih (Founder). 

Untuk membuka wawasan dan krisis edukasi di kalangan generasi yang mempunyai langkah masih panjang, agar memahami tentang air hujan yang gratis dan bisa diakses siapa saja.


Konsep memanen yang sederhana 

Pasca kemarau lewatkan hujan pertama dan ke dua hingga benar-benar terasa air hujan bersih dilihat dari suhu udara dan polutan disekitarnya. Yakinkan atap sudah bersih dari kotoran, Daun, Ranting selanjutnya lewatkan 10-15 menit pertama  kemudian Tampung dan saring pakai kain bersih semaksimal mungkin. Tutup rapat agar tidak kemasukan debu, jentik nyamuk dan lain-lainnya, simpan serta hindarkan dari sinar matahari langsung agar tidak menimbulkan spora lumut.


Dan selanjutnya dengan konsep mengolah yang di namanakan "Elektrolisa" penguraian suatu elektrolit oleh arus listrik pada sel Elektrolisis. Reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit, yaitu energi listrik diubah menjadi energi kimia. Alat Elektrolisa inilah di fungsikan di pengelolaan air hujan yang memisahkan menjadi air 2 jenis yaitu Basa dan Asam. Air Basa inilah yang Kita butuhkan sebagai transportasi air yang murni yang mendorong agar masuk ke dalam sel tubuh kita. Dan Air Asam nya sebagai Antiseptik atau jika sakit gigi, radang tenggorokan, luka luar bisa di manfaatkannya. Untuk lebih lanjut bisa datang ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening di Tempursari, Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Sekolah ini adalah Sekolah Air Hujan pertama kali bahkan satu nya di Dunia. Hal ini sangat penting dalam pembekalan wawasan di acara "Big Saka Kalpataru III/2023" Semoga bisa membuka cara pandang generasi harapan bangsa akan Konservasi Lingkungan di Sumber Daya Air agar kedepan bisa Menabung dengan cara sengaja memasukkan Air Hujan ke Sumur Resapan atau Sumur galian agar memperbaiki kualitas air tanah. Sehingga di musim kemarau yang akan datang bisa mandiri punya cadangan air hujan agar tidak terjadi Krisis Air bersih sampai harus menunggu bantuan Dropping Air yang setiap tahun terjadi.

(Ali Mohtar, Riyana)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar