Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur Ulang Tahun - MediaRakyat19. com

Breaking

Rabu, 05 Juni 2024

Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur Ulang Tahun

Paguyuban Sekar  Budaya  Condongcatur Ulang Tahun 

Sleman, 4/6/2024 ) MediaRakyat19.com Paguyuban Karawitan Sekar Budaya Condongcatur memperingati ulang tahunnya yang pertama.  Bertempat di Pendopo Kromoredjan Kalurahan Condongcatur, Selasa 4/6/2024


Dalam ulang tahun ini dilaksanakan pemotongan tumpeng. Nasi umpeng  yang berbentuk kerucut merepresentasikan konsep ketuhanan. Puncak nasi tumpeng menjadi simbol dari harapan untuk kehidupan yang lebih baik bagi manusia. Dalam kesempatan ini juga ada spesial performance dari Ari Tejo Sitter yang secara konsisten melestarikan musik siter yang sebelumnya sempat banyak ditinggalkan banyak orang

Ketua Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur, Ganep Sri Lestari dalam sambutanya, menyampaikan paguyuban Sekar Budaya Condongcatur telah genap berusia 1 (satu) tahun sesuai dengan SK Lurah Condongcatur nomor 139  / Kep. Lurah/ 2023 tentang  Pengukuhan Paguyuban Seni Karawitan Sekar Budaya Condongcatur Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Kabupaten Sleman


Dalam sambutannya Sri Lestari menyampaikan tentang  tujuan diadakanya acara peringatan ulang tahun  tersebut agar budaya jawa karawitan yang adiluhung dapat terus lestari dan berkembang di Kalurahan Condongcatur. Disamping itu untuk nguri nguri budaya Jawa.  Sejalan dengan bangunan Pendopo Kromoredjan  yang mengambarkan Condongcatur selalu menjaga tradisi ciri khas kebudayaan jawa.  Sri Lestari berharap  agar para generasi Muda semangat belajar budaya jawa.  Sesuai yang tertuang dalam peraturan Gubernur DIY nomor 13 Tahun 2012  tentang Keistimewwan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjaga dan mengembangkan budaya jawa.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP dalam sambutanya mengatakan: 

“Salah satu bentuk melestarikan budaya jawa adalah dengan kegiatan Karawitan ini.  Latihan karawitan yang rutin digelar sebagai bentuk dukungan kongkrit Condongcatur sebagai rintisan Desa Mandiri budaya.  selain itu, Pemerintah Kalurahan Condongcatur juga akan mensuport kegiatan kegiatan budaya.  Disamping ada Paguyuban Sekar Budaya,  Condongcatur juga ada Paguyuban Karawaitan Ngesti Laras yang sudah eksis berkegiatan dan mengelar pentas rutin setiap Kamis pon setiap bulanya,” jelasnya


Reno berharap,  Paguyuban sekar Budaya terus berkembang mengajak khususnya generasi muda untuk ikut bergabung didalamnya, disetiap padukuhan ada anggotanya yang ikut Latihan rutin. 


Sementara Penasehat Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur, Tri Wusono menambahkan latar belakang terbentuknya  Paguyuban Seni Karawitan Sekar Budaya Condongcatur berdiri karena terpacu  menjelang Hari Jadi Kabupaten Sleman dimana setiap tahunnya diadakan Lomba karawitan Ibu-ibu antar Kapanewon dan Kalurahan


"Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur adalah perkembangan dari Paguyuban Sekar Rinonce yang berpusat kegiatan di Sengkan Joho yang sejak  tahun 2018 dipercaya sebagai duta dari Kapanewon Depok, selanjutnya terbesit untuk membentuk paguyupan yang berada di tingkat Kalurahan Condongcatur maka sejak Bulan Juni 2023 kami berinisiatif membentuk Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur dan telah dikukuhkan oleh Lurah Condongcatur dengan Surat Keputusan Lurah Condongcatur, Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur disiapkan untuk  tugas sebagai Duta Kapanewon Depok juga mendukung Semboyan Kalurahan Condongcatur Berbudaya dan sampai saat ini telah merekrut sebanyak 20 orang penabuh dan Sinden, Paguyuban Sekar Budaya terbuka untuk menerima anggota baru” jelasnya


Ditambahkan Tri Wusono, Kalurahan Condongcatur mempunyai aset seperangkat Gamelan perunggu yang sangat baik sehingga perlu perawatan dengan sering dibunyikan sebagai  satu cara merawat gamelan dan sesuai dengan bangunan Pendopo Kromoredjan yang dibangun bernuansa Jawa, menurut sejarah wilayah Condongcatur adalah Gudangnya Budaya. Condongcatur dulu memiliki Dhalang ada di Padukuhan Kentungan (Mertua Ibu Dukuh Kentungan) juga di Jurugsari Joho ada Ki Bani Cermomintarjo (orangtua Alm.Ki Sutarjo singku dhalang tertua se DIY)


Tri  Wusono berharap kedepannya,  dengan alunan musik gamelan bisa menjadi daya tarik bagi generasi muda. Menciptakan zona budaya Kalurahan Condongcatur dalam Persiapan menjadi Desa Mandiri Budaya. Mendukung dan  ikut serta menciptakan ciri khas Keistimewaan dari 5 pokok prioritas  Pemerintah DIY salahsatunya Kebudayaan, Mencari bibit pemain gamelan yang handal di wilayah Condongcatur dan  sebagai sarana komunikasi sosial dan Budaya, ubgkap Wusono diakhir  sambutannya (Aang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar